A.
Latar
Belakang
Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak, masa
yang penuh dengan berbagai pengenalan dan petualangan akan hal-hal yang baru
sebagai bekal untuk mengisi kehidupan mereka kelak. Sayangnya, banyak diantara
mereka yang tidak sadar bahwa beberapa pengalaman yang tampaknya menyenangkan
justru dapat menjerumuskan. Oleh karena
itu tidak sedikit remaja yang jatuh kedalam perbuatan negative, salah satunya
adalah seks bebas atau hubungan seks yang dilakukan diluar pernikahan.
Banyak sekali alasan mengapa remaja melakukan
hubungan seks bebas, mulai dari biar di bilang gaullah sampai untuk mendapatkan
uang. Gara-gara ingin dibilang gaul baik laki-laki maupun perempuan rela
memberikan ”harga dirinya” dengan sia-sia tanpa memperhatikan dampak yang akan
di timbulkan oleh perbuatannya itu. Oleh karena itu hubungan seks bebas banyak
sekali terjadi di kalangan remaja pada umumnya, yang masih labil dalam
pergaulan.
Pergaulan bebas antar lawan jenis sendiri mendorong
terjadinya hamil pra-nikah, lebih parah jika setelah hamil laki-laki ini tidak
bertanggung jawab dengan meninggalkannya, gadis yang sudah tidak ‘gadis’ lagi
ini untuk menghindari rasa malu terhadap orang tua, teman dan masyarakat, atau
karena suruhan dari teman laki-lakinya yang tidak mau menikahinya cenderung mengambil
jalan pintas dengan menggugurkan kandungannya. Inilah fenomena social remaja
yang makin marak dalam kehidupan manusia dimana praktek aborsi sebagai mediator
alternative bagi para pezina dalam mencari jalan pintas menjadi solusi
terakhir.
Indonesia seharusnya prihatin atas para calon penerus bangsa
yang makin bejad kelakuannya. Dengan maraknya pornografi dan pornoaksi baik di
keping cakram, komik, maupun di dunia maya yang sangat mudah untuk diakses
sekarang ini, hal itu yang dapat mejembatani seks bebas di kalangan remaja.
Hal itu dibuktikan dengan survei dari Komisi Nasional Perlindungan Anak terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia tahun 2007 menunjukkan, 97% dari responden pernah menonton film porno, 93,7% pernah ciuman, petting, dan oral seks, serta 62,7% remaja yang duduk di bangku SMP pernah berhubungan intim, dan 21,2% siswi sekolah menengah umum pernah menggugurkan kandungan.
Kengerian itu sangatlah berbenturan dengan budaya kita yang menjadi sandaran norma dan aturan dalam interaksi manusia. Budaya ketimuran yang terkenal “ewuh pekewuh”(punya rasa malu) mulai tergusur budaya “my bussines is mine”(ini urusanku) sehingga rasa malu dan berbagai norma lain di abaikan karena anggapan bahwa urusannya adalah urusannya sendiri bukan orang lain. Dalam pergaulan remaja pun demikian, karena remaja merupakan bagian terbesar yang terkena imbas dari budaya ini. Dalam hal jalinan hubungan dengan lawan jenis pun demikian sehingga pergaulan bebas tanpa adanya norma dan aturan.
Padahal Generasi muda adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Dalam mempersiapkan generasi muda juga sangat tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni dengan keberadaan budayanya. Termasuk didalamnya tentang pentingnya memberikan filter tentang perilaku-perilaku yang negatif, yang antara lain; minuman keras, mengkonsumsi obat terlarang, sex bebas, dan lain-lain yang dapat menyebabkan rusaknya moral, akal, dan jasmani.
Hal itu dibuktikan dengan survei dari Komisi Nasional Perlindungan Anak terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia tahun 2007 menunjukkan, 97% dari responden pernah menonton film porno, 93,7% pernah ciuman, petting, dan oral seks, serta 62,7% remaja yang duduk di bangku SMP pernah berhubungan intim, dan 21,2% siswi sekolah menengah umum pernah menggugurkan kandungan.
Kengerian itu sangatlah berbenturan dengan budaya kita yang menjadi sandaran norma dan aturan dalam interaksi manusia. Budaya ketimuran yang terkenal “ewuh pekewuh”(punya rasa malu) mulai tergusur budaya “my bussines is mine”(ini urusanku) sehingga rasa malu dan berbagai norma lain di abaikan karena anggapan bahwa urusannya adalah urusannya sendiri bukan orang lain. Dalam pergaulan remaja pun demikian, karena remaja merupakan bagian terbesar yang terkena imbas dari budaya ini. Dalam hal jalinan hubungan dengan lawan jenis pun demikian sehingga pergaulan bebas tanpa adanya norma dan aturan.
Padahal Generasi muda adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Dalam mempersiapkan generasi muda juga sangat tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni dengan keberadaan budayanya. Termasuk didalamnya tentang pentingnya memberikan filter tentang perilaku-perilaku yang negatif, yang antara lain; minuman keras, mengkonsumsi obat terlarang, sex bebas, dan lain-lain yang dapat menyebabkan rusaknya moral, akal, dan jasmani.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa yang di maksud dengan seks bebas?
2. Factor apa saja yang dapat menimbulkan hubungan seks bebas?
3. Apa saja dampak dari seks bebas?
4. Bagaimana cara mencegah seks bebas?
C.
Tujuan
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan seks bebas.
2. Mengetahui factor-faktor yang dapat menimbulkan seks bebas.
3. Mengetahui dampak yang ditimbulkan dari seks bebas.
4. Mengetahui cara mencegah seks bebas.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Mengenal Sex Lebih Dalam
Manusia adalah salah satu makhluk yang dalam meneruskan hidup jenisnya memerlukan pasangan untuk dapat melakukan regenerasi. Dalam proses regenerasi ini dikenal dengan sex, yaitu hubungan yang terjalin antara jenis satu dengan lainnya. Hal ini merupakan kekuatan utama agar generasi manusia tidak punah. Tetapi karena pengaruh globalisasi yang disalah artikan timbullah budaya baru yaitu sex bebas, budaya yang tidak sesuai dengan budaya kita.Terutama pada para remaja tepatnya pada masa metamorfosis dari kanak-kanak menjadi dewasa. Para ahli pendidikan telah sepakat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Oleh karena itu, sebelum melangkah lebih jauh dan agar lebih memahami apa arti sebenarnya sex, ada baiknya kita memahami definisi kata “seks” itu sendiri. Seks memang memiliki definisi yang luas. Namun, jika kita berbicara mengenai seks secara keseluruhan, maka yang dimaksudkan adalah pendidikan mengenai jenis kelamin
Manusia adalah salah satu makhluk yang dalam meneruskan hidup jenisnya memerlukan pasangan untuk dapat melakukan regenerasi. Dalam proses regenerasi ini dikenal dengan sex, yaitu hubungan yang terjalin antara jenis satu dengan lainnya. Hal ini merupakan kekuatan utama agar generasi manusia tidak punah. Tetapi karena pengaruh globalisasi yang disalah artikan timbullah budaya baru yaitu sex bebas, budaya yang tidak sesuai dengan budaya kita.Terutama pada para remaja tepatnya pada masa metamorfosis dari kanak-kanak menjadi dewasa. Para ahli pendidikan telah sepakat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Oleh karena itu, sebelum melangkah lebih jauh dan agar lebih memahami apa arti sebenarnya sex, ada baiknya kita memahami definisi kata “seks” itu sendiri. Seks memang memiliki definisi yang luas. Namun, jika kita berbicara mengenai seks secara keseluruhan, maka yang dimaksudkan adalah pendidikan mengenai jenis kelamin
Definisi seks, dapat dikelompokkan menurut beberapa dimensi,
Di antaranya:
Dimensi Biologis
Berkaitan dengan alat reproduksi. Di dalamnya termasuk
pengetahuan mengenai hormon-hormon, menstruasi, masa subur, gairah seks,
bagaimana menjaga kesehatan dan gangguan seperti PMS (penyakit menular
seksual), dan bagaimana menfungsikannya secara optimal secara biologis.
Dimensi Faal
Mencakup pengetahuan mengenai proses pembuahan, bagaimana
ovum bertemu dengan sperma dan
membentuk zigot dan seterusnya.
Dimensi Psikologis
Seksualitas berkaitan dengan bagaimana kita menjalankan
fungsi kita sebagai mahluk seksual dan
identitas peran jenis. Mengapa pria dipandang lebih agresif
daripada wanita?
Dimensi Medis
Adalah pengetahuan mengenai penyakit yang di oleh hubungan
seks, terjadinnya impotensi, nyeri,
keputihan dan lain sebagainya.
Dimensi Sosial
Seksualitas berkaitan dengan hubungan interpersonal
(hubungan antar sesama manusia). Seringkali,
hambatan interaksi ditimbulkan oleh kesenjangan peran jenis
antara laki-laki dan perempuan. Hal ini
dipengaruhi oleh faktor budaya dan idola asuh yang lebih
memprioritaskan posisi laki-laki. Anggapan
tersebut harus diluruskan. karena jenis kelamin tidak
menentukan mana yang lebih baik atau berkualitas
B. Pengertian Seks Bebas
Seks merupakan naluri alamiah yang dimiliki oleh setiap
makhluk hidup di muka bumi ini. Seks diperlukan untuk menjaga kelangsungan
hidup hidup suatu spesies atau suatu kelompok (jenis) makhluk hidup. Artinya
setiap makhluk hidup melakukan seks untuk memperoleh keturunan agar dapat
menjaga dan melestarikan keturunannya. Selain itu tujuan seks adalah sebagai
sarana untuk memperoleh kepuasan dan relaksasi dalam kehidupan (bagi manusia).
Hubungan seks yang dilakukan di luar pernikahan disebut seks
bebas (free sex). Hawa nafsu merupakan hal yang sangat menentukan terjadinya
seks bebas. Seks bebas merupakan pengaruh budaya yang datang dari barat dan
kemudian diadopsi oleh masyarakat Indonesia tanpa memfilternya terlebih dahulu.
Survei Komnas Anak Di 12 Provinsi (4500 remaja sebagai
responden)
1. 93,7% pernah berciuman hingga petting (bercumbu)
1. 93,7% pernah berciuman hingga petting (bercumbu)
2. 62,7% remaja SMP sudah tidak
perawan
3. 21,2% remaja SMA pernah aborsi
Survey Perkumpulan Keluarga Berencana (100 remaja SMP &
SMA Di Samarinda)
56% Pelajar sudah berhubungan seks. Bahkan ada yang terang
terangan mengaku berhubungan seks dengan pekerja seks.
Survey Synovate Researc
1. 44% mengaku punya pengalaman seks di usia
16-18 tahun.
2. 16% mengaku pengalaman seks di dapat di usia
13-15 tahun.
3. Tempat melakukan seks di rumah (40%), kamar kos
(26%) dan hotel (26%)
Survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia
1. 32% remaja 14 – 18 tahun pernah
berhubungan seks
2. 21,2% remaja putri pernah
melakukan aborsi
3. 97% penyebab remaja melakukan
seks yaitu dari internet.
Dari survey di atas dapat dikatakan bahwa seks bebas
bukanlah lagi hal yang tabu dikalangan remaja saat ini. Maraknya seks bebas di
kalangan pelajar seolah menjadi trend bahwa jika seorang siswi masih perawan
maka akan tergolong siswi yang "nggak gaul" dan terkucilkan dalam pergaulan
anak zaman sekarang.
C.
Factor-faktor
yang Mendorong Terjadinya Seks Bebas
Seks bebas pada umumnya dilakukan oleh para remaja.
Faktor-faktor yang mendorong remaja melakukan hubungan seks di luar nikah,
adalah :
Ø
Karena mispersepsi terhadap makna
pacaran yang menganggap bahwa hubungan seks adalah bentuk penyaluran kasih
sayang.
Ø
Karena kehidupan iman yang rapuh.
Kehidupan beragama yang baik dan benar ditandai dengan pengertian, pemahaman
dan ketaatan dalam menjalankan ajaran-ajaran agama dengan baik tanpa
dipengaruhi oleh situasi kondisi apapun.
Ø
Kematangan biologis yang tida
disertai dengan kemampuan mengendalikan diri cenderung berakibat Negatif, yakni
terjadi hubungan seksual pranikah dimasa pacaran. Sebaliknya kematangan
biologis yang disertai dengan kemampuan mengendalikan diri akan membawa
kebahagian remaja dimasa depannya sebab ia tidak akan melakukan hubungan
seksual pranikah.
Factor lain yang menyebabkan orang melakukan seks bebas:
Ø Kurangnya pemahaman individu akan
ajaran agamanya secara benar dan mendalam
Ø kurangnya perhatian orangtua
Ø merasa bukan anak gaul, dengan pernah
melakukan seks dianggap ”Gaul”
Ø cueknya masyarakat akan situasi
linkungan
Ø taraf pendidikan sex bagi remaja yang
belum tertata secara benar
Ø
terlupakannya
intisari adat budaya luhur bangsa sebagai katalisator dalam pergaulan akibat
pengaruh globalisasi.
Adapun tahapan-tahapan yang biasanya dilakukan oleh
seseorang berani melakukan hubungan seks diluar nikah:
1. pegangan tangan
2. ciuman sebatas ciuman di pipi dan kening
3. ciuman bibir
4. pelukan
5. petting (mulai berani melepas pakaian bagian atas)
6. meraba bagian yang sensitive (mulai berani buka-bukaan)
7. melakukan hubungan seks
D.
Dampak
Seks Bebas
Seks bebas banyak sekali dampak negative yang di timbulkan
terutama bagi individu yang melakukannya dan lingkungannya. Dampak tersebut
dianataranya :
1. Beberapa penyakit yang siap mendatangi seperti, herpes, HIV Aids, Raja
singa, dan penyakit lainnya.
2. Hamil di luar pernikahan akan menimbulkan permasalahan baru, apabila anda masih kuliah atau sekolah
tentu saja orang tua anda akan sangat kesal kepada anda. Dan anda pun takut
untuk jujur kepada orang tua anda dan pasangan anda, akhirnya anda memutuskan
untuk melakukan dosa baru yaitu aborsi.
3. Apabila anda menikah di usia muda, permasalahan yang belum
siap anda hadapi akan datang, seperti masalah keungan, masalah kebiasaan,
masalah anak.
4. Nama baik keluarga akan tercoreng oleh sikap anda. Keluarga
anda akan menghadapi masalah yang anda buat apabila anda mendapatkan efek buruk
dari seks bebas ini.
5. Apabila anda hamil dan pasangan anda tidak mau bertanggung
jawab, apa yang akan anda lakukan?. Akan banyak pikiran buruk yang akan
mengganggu anda. Seperti ingin bunuh diri, berpikir tidak rasional yang
mengakibatkan gangguan mental atau gila.
E.
Cara
Mencegah Hubungan Seks Bebas
Perilaku seks bebas dapat dicegah dengan cara salah satunya
dengan pendidikan seks.
1. Pendidikan seks
Beberapa hal penting dalam memberikan pendidikan seksual, seperti
yang diuraikan oleh Singgih D. Gunarsa (1995) berikut ini, mungkin patut anda
perhatikan :
Ø
Cara menyampaikannya harus wajar dan
sederhana, jangan terlihat ragu-ragu atau malu.
Ø
Isi uraian yang disampaikan harus
obyektif, namun jangan menerangkan yang tidak-tidak, seolah-olah bertujuan agar
anak tidak akan bertanya lagi, boleh mempergunakan contoh atau simbol seperti
misalnya : proses pembuahan pada tumbuh-tumbuhan, sejauh diperhatikan bahwa
uraiannya tetap rasional.
Ø
Dangkal atau mendalamnya isi
uraiannya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan dengan tahap perkembangan
anak. Terhadap anak umur 9 atau 10 tahun t belum perlu menerangkan secara
lengkap mengenai perilaku atau tindakan dalam hubungan kelamin, karena
perkembangan dari seluruh aspek kepribadiannya memang belum mencapai tahap
kematangan untuk dapat menyerap uraian yang mendalam mengenai masalah tersebut.
Ø
Pendidikan seksual harus diberikan
secara pribadi, karena luas sempitnya pengetahuan dengan cepat lambatnya
tahap-tahap perkembangan tidak sama buat setiap anak. Dengan pendekatan pribadi
maka cara dan isi uraian dapat disesuaikan dengan keadaan khusus anak.
Ø
Pada akhirnya perlu diperhatikan
bahwa usahakan melaksanakan pendidikan seksual perlu diulang-ulang (repetitif)
selain itu juga perlu untuk mengetahui seberapa jauh sesuatu pengertian baru
dapat diserap oleh anak, juga perlu untuk mengingatkan dan memperkuat
(reinforcement) apa yang telah diketahui agar benar-benar menjadi bagian dari
pengetahuannya.
Pendidikan seks ada dua jenis yaitu , pencegahan menurut
agama, pencegahan seks bebas dalam keluarga
a.
Pencegahan Seks Bebas Menurut Agam
Pencegahan menurut agama antara lain :
Ø
Memisahkan tempat tidur anak; Setiap
orang tua berusaha untuk mulai memisahkan tempat tidur anak-anaknya ketika
mereka memasuki minimal usia tujuh tahun.
Ø
Meminta izin ketika memasuki kamar
orang tua; Sejak dini anak-anak sudah diajarkan untuk selalu meminta izin ketika
akan masuk ke kamar orang tuanya pada saat-saat tertentu.
Ø
Mengajarkan adab memandang lawan
jenis; Berilah pengertian mengenai adab dalam memandang lawan jenis sehingga
anak dapat mengetahui hal-hal yang baik dan buruk.
Ø
Larangan menyebarkan rahasia
suami-istri; Hubungan seksual merupakan hubungan yang sangat khusus di antara
suami-istri. Karena itu, kerahasiaanya pantas dijaga. Mereka tidak boleh
menceritakan kekurangan pasangannya kepada orang lain, apalgi terhadap anggota
keluarga terutama anak-anaknya.
b. Pencegahan Seks Bebas Dalam Keluarga
Pencegahan seks bebas dalam keluarga
antara lain :
Ø Keluarga harus mengertitentang
permasalahan seks, sebelum menjelaskan kepada anak-anak mereka.
Ø Seorang ayah mengarahkan anak
laki-laki, dan seorang ibu mengarahkan anak perempuan dalam menjelaskan masalah
seks.
Ø Jangan menjelaskan masalah seks
kepada anak laki-laki dan perempuan di ruang yang sama.
Ø Hindari hal-hal yang berbau porno
saat menjelaskan masalah seks, gunakan kata-kata yang sopan.
Ø Meyakinkan kepada anak-anak bahnwa
teman-teman mereka adalah teman yang baik.
Ø Memberikan perhatian kemampuan anak
di bidang olahraga dan menyibukkan mereka dengan berbagai aktivitas.
Ø Tanamkan etika memelihara diri dari
perbuatan-perbuatan maksiat karena itu merupakan sesuata yang paling berharga.
Ø Membangun sikap saling percaya
antara orang tua dan anak.
F.
Peranan
Guru Bimbingan dan Konseling dalam Seks Bebas di Kalangan Remaja/ Siswa
Guru Bimbingan dan Konseling (BK) adalah seseorang yang
memiliki peran penting dalam memfasilitasi, mengatasi dan memberikan layanan
kepada siswa terutama dalam perkembangan siswa baik secara individu maupun
perkembangan social serta membantu memecahkan maasalah yang dihadapi oleh
siswa.Disekolah banyak sekali masalah-masalah yang muncul yang sering di hadapi
oleh siswa diantaranya masalah pribadi seperti patah hati dan kurang percaya
diri, maupun permasalahan social seperti kurang bisa menyesuaikan diri dengan
lingkungan, sering menyendiri, dan kurang bisa bergaul dengan yang lain.
Masing masing masalah sangat beragam antara individu satu
dengan individu yang lain yang mana tingkatan penyelesaiannya pun berbeda-beda.
Namun dari permasalahan yang di alami oleh siswa jika todak segera mendapatkan
treatmen dari konselor maka kemungkinan dampak yang akan ditimbulkan semakin
“parah”. Sebagai contoh ada siswa yang sering menyendiri dan dikusilkan oleh
teman-temannya di lingkungan sekolah serta di dalam keluarganyapun dia sering
kurang mendapat perhatian oleh orang tuanya, tidak mustahil juga bahwa anak
tersebut lama-kelamaan justru akan masuk kedalam dunia pergaulan bebas,
terlebih bahaya lagi jika anak tersebut sudah meraasa nyaman di “dunia
barunya”.
Pergaulan bebas yang di anggap sebagai dunia barunya
dia yang dirasa ia sudah nyaman karena mendapat kelompok yang memperhatikan dia
tidak seperti teman-temannya yang selalu mengucilkannya justru sebenarnya
sangat merugikan. Salah satu bentuk pergaulan bebas yang sering dilakukan oleh
para remaja adalah seks bebas. Seks bebas atau hubungan seks yang dilakukan
diluar hubungan pernikahan. Dampak yang ditimbulkan dari seks bebas banyak
sekali baik dalam kehidupan pribadi maupun social.
Dalam kehidupan pribadi atau dampak bagi diri sendiri
diantaranya individu tersebut kemingkinan besar akan terkena berbagai macam
penyakit seperti HIV, AID, sipilis dll. Hal itu jelas sangat merugikan dirinya
sendiri. Apabila itu terjadi pada perempuan akan berdampak kehamilan yang mana
dari segi biologis belum matang sehingga apabila bayi itu lahir kemungkinan
besar akan mengalami cacat. Sementara dalam kehidupan sosialnya,baik secara
langsung nama baik anda berserta nama baik keluarga akan tercoreng dalam
kehidupan masyrakat.
Dengan adanya uraian diatas peran konselor sangatlah penting
dalam hal ini. Konselor dapat melakukan/ memberikan layanan kepada
siswa-siswinya mengenai hubungan seks bebas baik secara klasikal maupun
individual. Dengan menggunakan layanan klasikal di kelaas yaitu memberikan informasi
yang seluas-luasnya dan pemahaman yang benar kepada semua siswa tentang seks
atau memberikan materi pendidikan seks yang diharapkan agar para siswa tidak
terjerumus dalam dunia seks bebas. Dapat pula melakukan pendekatan kepada orang
tua siswa untuk memperhatikan aktivitas yang dilakukan anaknya di rumah.
BAB IV
PENUTUP
B.
Kesimpulan
Seks bebas merupakan tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual yang
ditujukan dalam bentuk tingkah laku.
Ada beberapa faktor
penyebab remaja melakukan seks bebas, diantaranya adalah Kurangnya pemahaman individu akan
ajaran agamanya secara benar dan mendalam, kurangnya perhatian orangtua, ingi
di anggap gaul, cueknya masyarakat akan situasi linkungan, taraf pendidikan sex
bagi remaja yang belum tertata secara benar
Secara umum ada dua
dampak yang ditimbulkan dari perilaku seks bebas dikalangan remaja yaitu
kehamilan dan penyakit menular seksual (sipilis, HIV/AIDS, dll).
Cara menghindari seks
bebas yaitu melalui pendidikan seks, pendidikan seks dapat diartikan sebagai
penerangan tentang anatomi fisiologi seks manusia, bahaya penyakit kelamin dan
sebagainya. Salah satu bentuk pendidikan seks di keluarga di antaranya adalah
pencegahan seks bebas menurut agama dan pencegahan seks bebas dalam keluarga.
C.
Saran
Sebagai seorang guru BK hendaknya memberikan pemahaman
tentang seks (pendidikan seks) kepada siswa-siswanya mulai dari pengertian
seks, damapak yang di timbulkan jika berhubungan seks diluar nikah, serta cara
mencegah agar tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas.
Untuk orang tua hendaknya selalu memberikan perhatian kepada
anaknya, menjadi ”teman” dari anaknya dan juga memberikan pemahaman tentang
seks kepada anaknya.
Lingkungan hendaknya tetap memperhatikan norma yang ada dan
ikut serta dalam pencegahan hubungan seks bebas.
Dikutip berbagai
sumber
DAFTAR PUSTAKA
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=15300 di unduh pada 4 juni 2011
http://www.wartanews.com/read/LifeStyle/1b9bb69c-5c5c-220a-09d4-cb47ba62bedd/Seks-Bebas-Kalangan-Pelajar di unduh pada 4 juni 2011
http://www.unjabisnis.net/2010/06/bahaya-seks-bebas-dan-akibatnya.html di unduh pada 4 juni 2011
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/seks-bebas-2/ di unduh pada 3 juni 2011
Melakukan seks bebas selain bisa mengakibatkan kehamilan diluar nikah, beresiko juga
tertular penyakit kelamin yang sangat mengerikan. Penyakit-penyakit yang sering
muncul tersebut bisa mengakibatkan penderitaan seumur hidup hingga kematian
yang mengenaskan. Seks bebas yang dilakukan berganti pasangan menurut Centers
for Diseases Control and Prevention di Atlanta menyebutkan, ada 10 penyakit
menular lewat seks. Berikut 10 penyakit yang kerap diderita bagi para
"penganut" seks bebas dan sering gonta ganti pasangan. artikel ini
bertujuan untuk memberitahu kepada sahabat anehdidunia.blogspot.com untuk
mengerti akan bahaya seks bebas, so jauhilah.
1. Herpes Genital
1. Herpes Genital
Hampir 31 juta orang Amerika, satu per enam jumlah penduduk Amerika-pernah menderita herpes genital. Herpes, yang disebabkan oleh virus herpes simplex tipe 2, adalah infeksi seumur hidup yang menyebabkan lecet-lecet pada alat kelamin yang biasanya datang dan pergi. http://anehdidunia.blogspot.com
Ada pria yang tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi mereka tetap bisa menulari orang lain. Acydovir (Zovirox), sebuah obat yang diresepkan, dapat meringankan gejala-gejalanya, tetapi tidak menyembuhkan. Lecet-lecet karena herpes tersebut bisa meningkatkan risiko tertular AIDS melalui luka di darah.
2. Sifilis (Penyakit Raja Singa)
Juga dikenal dengan nama Great Imitator karena gejala-gejala awalnya mirip dengan gejala-gejala sejumlah penyakit lain. Sifilis sering dimulai dengan lecet yang tidak terasa sakit pada penis atau bagian kemaluan lain dan berkembang dalam tiga tahap yang dapat berlangsung lebih dari 30 tahun. http://anehdidunia.blogspot.com
Secara umum Sahabat anehdidunia.blogspot.com, penyakit ini dapat membuat orang yang telah berumur sangat menderita, karena dapat mengundang penyakit jantung, kerusakan otak, dan kebutaan. Apabila tidak diobati, penyakit ini juga dapat menyebabkan kematian. Kira-kira 120.000 orang di AS tertular sifilis tiap tahun.
3. Gonore (Kencing Nanah)
Penyakit ini telah dikenal sejak dahulu, menyerang sekitar 1,5 juta orang Amerika, baik pria maupun wanita, setiap tahun. Meskipun sering tanpa gejala, infeksi bakteri ini dapat menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil dan mengeluarkan nanah setelah dua hingga sepuluh hari. Kalau tidak diobati, penyakit ini dapat berkembang menjadi artritis, lepuh-lepuh pada kulit, dan infeksi pada jantung atau otak. Gonore dapat disembuhkan dengan antibiotika.
4. Klamidia
Kondisi ini mempunyai gejala mirip gonore, walaupun bisa juga muncul tanpa gejala. Di Amerika, klamidia termasuk penyakit yang paling mudah diobati, tetapi mudah juga menginfeksi, yaitu sekitar 4 juta orang setiap tahun. Penyakit ini dapat menyebabkan artritis parah dan kemandulan pada pria. Seperti sifilis dan gonore, penderitanya dapat disembuhkan dengan antibiotika. http://anehdidunia.com
5. Jengger Ayam atau Kutil di kelamin (Genital wart)
Di Amerika, kasus kutil pada alat kelamin ini mencapai 1 juta setiap tahunnya. STD ini disebabkan oleh sejenis virus papiloma, yang terkait dengan kanker penis serta anus. Obatnya tidak ada, walaupun kutil yang terjadi dapat dihilangkan melalui operasi atau dibakar, atau dibekukan. Akan tetapi setelah itu gejala yang sama dapat datang kembali.
6. Hepatitis B
Penyakit ini dapat berlanjut ke sirosis hati atau kanker hati. Setiap tahun kasus yang dilaporkan mencapai 200.000, walaupun ini satu-satunya STD yang dapat dicegah melalui vaksinasi.
7. Kanker prostat
Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Karin Rosenblatt dari University of Illinois, diketahui bahwa dari 753 pria yang disurvei, terdapat hubungan antara kanker prostat dan banyaknya berhubungan seksual dengan beberapa orang. Pria yang sering melakukan seks dengan banyak wanita berisiko 2 kali lipat terkena kanker prostat.
8. Kanker Serviks (leher rahim)
Hampir 95 persen kanker serviks disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV), dan 33 persen wanita dilaporkan punya virus tersebut, Sahabat anehdidunia.blogspot.com yang menyebabkan adanya sakit di leher rahim. Virus ini bisa menular lewat hubungan seksual, dan laki-laki pun bisa tertular oleh virus ini.
9. HIV/AIDS
Pertama kali ditemukan pada tahun 1984. AIDS adalah penyakit penyebab kematian ke-6 di dunia, baik bagi wanita maupun pria. Virus yang menyerang kekebalan tubuh ini bisa menular melalui darah dan sperma pada saat berhubungan seksual. Hingga kini vaksinnya masih dikembangkan namun belum terbukti ampuh mencegah penularannya.
10. Trichomoniasis
Bisa menyebabkan daerah di sekitar vagina menjadi berbuih atau berbusa. Ada juga yang tidak mengalami gejala apapun. Penyakit ini bisa menyebabkan bayi terlahir prematur jika sang ibu menderita penyakit ini saat hamil. http://anehdidunia.com
Sangat penting mengetahui bahwa hubungan seksual bukan hanya sekedar hubungan intim. Kontak seksual seperti ciuman, oral seks dan penggunaan alat bantu seks seperti vibrator juga berisiko menularkan virus.
Cara untuk mencegah penyebaran 10 penyakit kelamin akibat Seks Bebas adalah dengan berhubungan seks dengan satu pasangan (suami/istri). Disarankan juga menggunaan kondom untuk meminimalisir penularan penyakit. Tapi yang terpenting jangan melakukan seks bebas diluar nikah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar